Selamat Kepada Om Tengku Febri Sebagai Ketua Regional AVOID Jakarta periode 2025 - 2027 semoga guyub dan solid selalu Regional Jakarta, Amin. | Avanza Owners Indonesia (AVOID) Regional Jakarta lahir dikarena untuk membangun silahturahmi dan memberikan tempat bagi pengguna Avanza. Kemudahan informasi mengenai Avanza dan acara serta segala informasi yang berkaitan dengan avanza sebagai hal yang penting yang kami utamakan bagi para pemilik Avanza dari gen1, gen2, gen3 dan gen4.

Sunday, May 17, 2020

Ini Cara Melakukan Engine Break Yang Benar

Musim liburan adalah musim di mana jalan raya akan sangat padat dengan kendaraan. Jalan-jalan utama akan sangat macet karena meningkatnya volume kendaraan pribadi. Untuk menuju tujuan wisata pun, Anda harus siap melintasi jalan jalan mendaki dan menurun. Khusus pada jalan menurun yang juga memiliki risiko tinggi timbul kecelakaan, performa sistem pengereman harus handal.



Panas berlebih pada sistem rem bisa muncul jika kendaraan terlalu sering menggunakan rem untuk menghentikan laju kendaraan di jalan menurun, terlebih dengan muatan besar. Hal inilah yang bisa menyebabkan terjadinya gejala rem blong atau malah malfungsi sistem pengereman.

Aplikasi engine brake ini erat kaitannya dengan transmisi. Efek dari engine brake akan lebih terasa ketika di jalan menurun adalah dengan menurunkan gigi transmisi dari tinggi ke rendah (down shift). Namun di sisi lain, engine brake juga mampu meminimalkan penggunaan bahan bakar.

Hal ini karena ketika engine brake dilakukan, mesin dalam keadaan cut off. Mesin digerakan oleh poros yang masih mendapatkan gaya dorong dari roda yang berputar. Jadi, agar sistem pengereman tetap terjaga dengan baik dan irit BBM saat mudik, engine brake menjadi cara yang bisa ditempuh.

Lalu bagaimana cara pengunaan engine brake yang benar untuk mobil dengan transmisi manual dan otomatis? Dilansir dari laman Toyota, kita simak ulasannya dihalaman berikut:

1. Mobil Transmisi Manual

Untuk mobil bertransmisi manual, melakukan engine brake adalah dengan cara menurunkan tuas transmisi ke posisi lebih rendah. Nah, yang perlu diingat adalah menurunkan posisi gigi secara gradual. Sementara jika melakukan perpindahan gigi secara melompat bisa mengakibatkan kerusakan pada mesin.

Pasalnya, adanya lonjakan putaran mesin secara mendadak. Perhatikan putaran mesin sebelum memindah ke gigi lebih rendah. Perpindahan gigi dapat dilakukan di kisaran 3.000 rpm.

"Yang menjadi catatan penting ketika melakukan engine brake dengan transmisi manual, Anda harus melakukan pengereman terlebih dahulu untuk mengurangi laju dan putaran mesin. Setelah itu baru melakukan perpindahan gigi," kata Bintarto Agung, Executive Director and Chief instructor of Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC).

2. Mobil Transmisi Otomatis

Pada dasarnya, prinsip kerja mobil dengan transmisi otomatis hampir sama dengan mobil manual. Pengemudi juga bisa memanfaatkan down shift ketika hendak melakukan engine brake.

"Pada mobil bertransmisi matik yang dilansir tahun 2000, biasanya tersedia pilihan over drive (O/D), caranya dengan menonaktifkan O/D untuk menurunkan gigi. Namun engine brake yang terjadi tidak terasa signifikan," tambah Bintarto.

Jika tidak ada pilihan O/D, Anda juga bisa menurunkan tuang transmisi yang semula pada posisi D, dipindahkan ke-3, 2 atau L sekali pun.

Namun Anda harus memperhatikan kecepatan dan putaran mesin (rpm) ketika hendak melakukan down shift. Jangan pernah putaran mesin menyentuh red line. Jika putaran mesin terlalu tinggi, mobil pun terasa mengentak, sehingga tidak nyaman.

Sumber : Modifikasi.Com



No comments:

Post a Comment