Di luar itu, puasa yang berarti mengontrol diri dan bersabar di perjalanan menjadi ujian tersendiri.
Misalnya saat kondiisi arus lalu lintas macet, lanjur yang diserobot pengendara lain, dan sebagainya.
Untuk itu, simak empat tips di bawah ini ada dari angermanagementresource yang bisa diterapkan supaya kesabaran tetap terjaga.
1. Berdoa dan kasih jalan saja
Berdoa sebelum melakukan sesuatu akan memberikan ketenangan batin. Dengan batin yang tenang, berkendara pun dilakukan dengan harapan lancar tanpa ada kendala. Selebihnya mengalah saja di jalanan dengan mengingat bahwa Anda saat itu sedang puasa. Pasalnya, ada kalanya kita mendapati pengendara "seradak-seruduk" terutama di tengah kemacetan. Jika kita ikut terpancing untuk berperilaku sama, maka adu emosi rentan terjadi.
2. Jauhi terburu-buru
Emosi biasanya mudah datang saat kita terburu-buru. Oleh karena itu, manajemen waktu menjadi penting. Jika sudah punya rencana bepergian, ke mana pun tujuannya, berangkatlah setidaknya satu jam lebih awal dari biasanya demi menghindari berkendara dengan tergesa-gesa alih-alih ngebut di jalan.
3. Hal-hal menyenangkan
Ingat hal-hal yang menyenangkan saat Anda berada dalam arus lalu lintas yang padat, tidak menyenangkan, atau kondisi sejenisnya. Coba pula pasang musik yang menenangkan. Ingat kembali keluarga Anda, masa-masa liburan bersama sahabat, prestasi Anda, dan lainnya untuk mencegah rasa tidak sabar dan emosional menguasai diri Anda.
4. Tarik napas dan rileks
Saat Anda merasa emosi akan meluap karena pengendara lain dan kondisi atau infrastruktur jalan, dan berpikir bahwa ini tidak bisa ditoleransi lagi, tariklah napas dalam-dalam. Tarikan napas membuat kerja aliran darah lancar kembali dan membuat tubuh Anda lebih rileks.
sumber : www.otosia.com
No comments:
Post a Comment